Kakek Pemulung Hidup Sebatang Kara


Assalamualikum......
      Hallo, tanggal 3 januari 2020 disore hari ini aku bakalan ceritain kisah seorang kakek pemulung yang sudah tidak muda lagi, tepatnya di Jl Dr. Mansyur dekat kampus Universitas Sumatera Utara, dikarenakan usia sudah menginjak 65 tahun, kakek tua itu bernama Sabarudin biasa dipanggil kakek udin, awalnya aku jalan sama temanku naik motor ke daerah USU, aku lihat ada kakek tua renta yang napasnya agak susah atau tersengal.
      Dan aku mulai berenti di daerah kakek tersebut, aku sengaja menunggunya agak jauh, tak lama kemudian kakek itu berenti di dekat kami, lalu aku samperin beliau dan memulai percakapan "Assalamualaikum kek, kakek kenapa?" "darah tinggi kakek naik"  "ohh sini kek, istirahat dulu" dan dia mencagakkan sepeda yang ia naikki.
     Dia berkata "mau minom gada uang" aku menawarinya makan dan minum "kek, uda makan?" beliau menjawab "belum makan dari pagi". Miris mendengarnya belum ada makan serta minum sedangkan saja aku uda sarapan pagi, beliau belum ada makan minum.
     Dan aku menyuruh temanku untuk beli nasi bungkus serta air mineral, sembari ku menunggu temanku kembali, aku mulai berbincang dengan kakek "nama kakek siapa kek?" dia menjawab "Sabarudin" kuberkata lagi "umur kakek berapa?" "65 tahun" dan ku bertanya mengenai dimana rumahnya "rumah kakek dimana?" dia menjawab "di km 13" "oh diski ya kek".
    aku berkata "jadi kakek mulung dari pagi sampek sore?" beliau menjawab " iya kakek biasanya dari km 13". aku nanya "anak kakek dimana?" dia menjawab "kakek tak punya anak, isteri uda meninggal, masak ,nyuci, dan cari makan sendiri."
    "biasanya si kakek dikasih makan sama orang disini" dan aku nanya lagi "biasanya kakek kemana aja?" "oh kakek ke daerah usu, padang bulan, pos indonesia, kampung lalang" sambil melihatnya mengelus dada dan memijat pelan kakinya, mungkin semua badannya sudah cukup capek akan semua ini, tapi kondisi yang mengharuskan bekerja keras demi sesuap nasi.

     Kemudian aku nanya lagi karena penasaran botol-botol itu mau diapakan "jadi kek botol ini mau dijual kemana?" ia menjawab "biasanya ditempat barang bekas plastik" kemudian, "setiap berapa kg kek?" "biasanya si 10 kg, yang 1kg nya 2ribu rupiah, jadi kalau 10kg 20ribu rupiah". Jadi kakek ini kerja dari pagi hingga sore dapat nya hanya 20/hari, bagiku itu sangat sedikit, jadi rasaku aku patut untuk membantunya selagi aku mampu.
    Lalu kakek itu bercerita "tadi uda 2 kali jatoh gara-gara kesandung liat ni kaki kakek" sambil memperlihatkan kondisi kakinya, dan benar sekali terlihat kakinya berdarah di daerah jempol kaki. Kakek ini setiap hari menaiki sepada dan menuntunnya untuk mencari uang untuk makananya sehari hari.
    Belum lagi kakek ini mengidap penyakit darah tinggi dan malaria, ketika kakek ini penyakitnya kumat memilih untuk beristirahat sejenak dipinggir jalan, dan yang sedihnya dia tak mempunyai siapapun di sekelilingnya, isteri sudah meninggal dan dia tak memiliki seorang anak apalagi cucu.
     Dan bapak ini bercerita bahwa dia pernah kerja dirumah dosen usu, tapi dia tak memberi tahu akan apa kerjaanya ditempat dosen itu. Tapi hanya 4 bulan saja, dan dia memilih untuk tidak kerja lagi disana karena gak betah, padahal gajinya lumayan katanya.
    

      Sambil mendengar dia batuk hingga tersengal-sengal aku bertanya, "nanti ya kek, bentar lagi teman saya balik". dia menjawab "gausa repot-repot biar beli di warung kopi sana aja", kemudian aku melihat bahwa kakek ini sepertinya emang beneran capek sampai tidur di pinggiran jalan, sembari menunggu temanku bawa makanannya, kayaknya beliknya di Rantau Prapat ya, lama kali.
     Dan ternyata dia menuntun sepedanya dari diski hingga ke usu, bayangkan aja dengan umur yang sudah tua, beliau menuntun sepedanya sampai usu, mungkin aku aja gatahan, tapi kakek ini kuat, ya walaupun uda tua, tapi masih semangat, bangga si lihat seorang kakek yang uda gak muda lagi bekerja.

     
       Inilah tampak sepeda yang mendampingi kakek udin setiap hari dan setiap waktu, baginya sepeda ini seperti sahabat nya karena barang ini membawa dirinya pergi untuk mencari rezeki halal, bak seperti motor, sepeda ini juga menggunakan spion, dan aku nanya kepada sang kakek "kek kenapa sepedanya dikasih spion?".
       Ia menjawab, "emang motor aja yang ada spionnya, sepeda ya harus" sambil ketawak dan memperlihatkan gigi nya yang hanya tinggal satu hehehe, kuliat kakek ini bahagia saat saya ajak ngobrol, dan kemudian temanku pun sampai juga yang belinya tadi mungkin di Rantau Prapat sangking lamanya.
      Ternyata kakek ini beneran sangat lapar, buktinya kakek ini langsung membuka nasinya, lalu membaca doa, kuliat lahap kali makannya, antara doyan sama lapar beda tipis ya, wkwkwk tapi ga boleh gitu dong, aku bahagia si liat kakek ini tersenyum dengan ku sambil memperlihatkan gigi nya yang mantap itu.
      Aku sempat mau nangis, tapi malu sama temanku, harus kuat dong ndre hehe masa kakek itu bahagia kamu terharu, kami menunggu hingga kakek itu siap makan, lumayan lama ya, mungkin karena gapunya gigi kali ya makannya pelan sampai halus.
      Kami memutuskan untuk balik dan pamit sama kakek tersebut, karena jam menunjukkan waktu magrib sebentar lagi, tapi sebelum kami pulang, kami diberikan sekantong plastik yang isinya pernak-pernik, cantik si cuma ini untuk baju cewek, tapi gapapa untuk mamak ku nanti hehehe.


     Kami mulai pamit untuk pulang kerumah, dan kami membiarkan kakek ini beristirahat di pinggir jalan, karena kakek ini masi sangat capek dari perjalanan jauhnya yang mengakibatkan darah tingginya naik. Aku permisi dengan kakek "kek saya permisi dulu ya pulang soalnya uda mau magrib, takut kemalaman" sang kakek menjawab, "oia nak, makasih ya uda bantu kakek dan memberi pertolongan, kakek doakan kalian sukses"

     Tidak lupa aku ingatkan untuk para pembaca, untuk berbagai kesesama, gak harus jadi kaya dan ga harus nunggu kaya kita bantu orang, dengan semampu kita dan sebisa kita, orang lain pasti senang.

10 komentar:

  1. Semoga si kakek dan penulis diberikan keberkahan oleh Alloh
    Aamiin

    BalasHapus
  2. Semoga si kakek di beri kemudahan,kesehatan dan murah rezeki.dan buat penulis selalu berbuat kebaikan kpd seaama dan semoga sukses ya.amin YRA

    BalasHapus
  3. Semoga kakek itu sehat walafiat ya aamiin , insyallah 😊 dan diberi ketabahan dan kesabaran, orang baik pasti akan menjadi baik jika dilakukan dengan jujur, sabar , tidak pernah berhenti dengan kata lelah,semangat dan selalu tersenyum😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi siti doain terusya supaya kelak bisa banyak bantu orang lain

      Hapus
  4. Si kakek nya sedih kali, apa gada lagi orang yang nampung dia?

    BalasHapus
  5. Good job bang ndre
    Semoga doa kakek itu di jabah oleh Allah aamminn

    BalasHapus
  6. Good job bang ndre
    Semoga doa kakek itu di jabah oleh Allah aamminn

    BalasHapus

Pages